Nangis Abis Berhubungan Seks, Ada Apa Denganku?!mengapa kita sedih setelah melakukan seks?
i

Nangis Abis Berhubungan Seks, Ada Apa Denganku?!

Berhubungan seks harusnya jadi yang menyenangkan buat kita, tapi pernah nggak ngerasa atau dengar-dengar cerita dari teman, kalau ada laki-laki yang habis melakukan hubungan seks terus dia sedih? Heran kan, ada orang abis enak-enakan terus sedih?  Bukan, bukan gara-gara nyesel atau sakit, tapi tiba-tiba kita ngerasa diri kita jadi kosong dan bisa sampai nangis!

Ternyata ada studi yang ngejelasin tentang kejadian ini, namanya post-coital dysphoria atau disingkat PCD. Kalau ibu-ibu yang punya anak ada yang namanya baby blues, nah PCD ini semacam post sex blues. Bukan, bukan film biru berbau seks, ini adalah penyebab seseorang setelah melakukan seks dia merasa bersedih. Sebelumnya, penelitian ini lebih banyak dilakuin sama perempuan, tapi ternyata dibuktiin kalau nggak cuman perempuan yang bisa ngalamin PCD, laki-laki juga! Masa iya? Iya!


Hal ini dibuktiin sama peneliti di Australia yang meneliti 1.208 laki-laki dari Selandia Baru, Inggris, Amerika, Jerman, sampai Rusia. Sebanyak 41 persen laki-laki ngaku kalau mereka pernah ngalamin PCD yang bikin mereka merasa nggak pengin disentuh, kesal, gelisah, tanpa emosi, dan kosong. Katanya, hingga 20 persen laki-laki melaporkan merasakan PCD dalam satu bulan terakhir secara terus-menerus! Waduh, kebayang nggak, tuh kalau kita jadi salah satunya?

Terus apa, sih yang bisa menyebabkan PCD? Peneliti menemukan kalau PCD ini ada kaitannya kuat sama tekanan psikologis, bisa jadi dulu yang terkena PCD pernah ngalamin pelecehan seksual pas masih anak-anak, atau juga bisa karena disfungsi seksual. Penelitian di atas juga nggak dilakuin perbandingan antara laki-laki single sama yang udah nikah, jadi sulit menyimpulkan kalau hubungan jangka panjang atau testosteron berpengaruh sama hal ini.

Tapi yang lebih misterius, ternyata dari penelitian nggak semua orang yang ngalamin PCD itu punya trauma masa kecil atau stres secara psikologis. PCD datang nggak dijemput pulang nggak diantar, tiba-tiba yaudah datang gitu aja ke tubuh kita! Macem pocong aja dia.

Sejauh ini, kayaknya PCD masih asing di telinga kita masyarakat Indonesia. Padahal ini bisa jadi salah satu kasus serius yang nggak boleh kita biarkan bersemayam di tubuh kita! Coba bayangin, gimana kalau lagi berhubungan seks sama istri terus abis itu kita nangis? Ini bisa menimbulkan kesalah pahaman tahu-tahu istri kita tersinggung “Emangnya aku kurang enak ya?!!” Nambah lagi, kan perkara rumah tangga.

Terus gimana cara pencegahan sama pengobatannya? Belum ada satu pakem yang pasti gimana cara mencegahnya, tapi kalau kira-kira udah ada tanda-tanda kita bisa datang ke psikiater atau dokter yang terkait dengan depresi. Karena dasarnya PCD berkaitan dengan psikologis diri kita. Selain itu, kita juga bisa jaga hormon kita tetap seimbang dengan tentu saja mengatur pola makan, pola tidur, dan kebersihan.

Kalau kata dr Richard Freidman, psikiatri klinis dari Weill Cornell Medical College, ada cara paling ampuh buat ngatasin PCD, yaitu dengan cara biasa-biasa saja pas berhubungan seks. Maksudnya jangan terlalu menggebu-gebu ketika bercinta. Alasannya biar nggak mancing emosi negatif setelah berhubungan seksual. Jadi kalau kita atau istri punya masalah ini, jangan berhubungan seks dengan konsep hardcore atau kekerasan, ya. Yang smooth-smooth aja biar nggak terjadi kesalah pahaman dan memunculkan hal yang menyedihkan setelahnya. Ya iyalah, nggak hardcore aja bisa nangis apalagi hardcore! Oke? Selamat mencoba… Ingat jangan hardcore

Latest

View All