Pasti Anda Belum Tahu Etika Berkendara yang Nggak Tertulis Iniilustrasi etika berkendara.
i

Pasti Anda Belum Tahu Etika Berkendara yang Nggak Tertulis Ini

Berlibur atau roadtrip berkendara dengan mobil memang hal yang biasa apalagi jika Anda senang menyetir. Keamanan dan kenyamanan perjalanan juga jadi faktor penting agar perjalanan menyenangkan. Biar aman dan nyaman maka patuhilah aturan lalu lintas yang tertulis di UU No. 22 Tahun 2009. Selain hal yang sudah diatur itu, ternyata ada beberapa etika tak tertulis yang harus Anda pahami, lho.

Atur kecepatan dan pemilihan jalan.

Mengatur kecepatan dan perilaku berkendara Anda sangat penting. Apalagi jika Anda melewati medan jalan yang dipenuhi oleh jalanan berlubang, sempit, dan dipenuhi bus dan truk. Sebagai pengendara, kadang kita tidak sabar untuk menyalip atau memacu kendaraan di jalan kecil agar lekas tiba.


Perilaku itu sebetulnya membahayakan. Bayangkan jika ada orang tiba-tiba menyeberang atau ada kendaraan dari lajur berlawanan yang tidak terlihat melintas cepat. Maka demi kenyamanan, hindari perilaku itu. Jika ingin menyalip bus dan truk, pastikan semuanya terkendali untuk meminimalisir risiko.

Sekadar informasi nih buat yang bakal berkendara di jalanan kecil yang dipenuhi bus dan truk, pahami rambu-rambu ini. Jika marka jalan itu bentuknya putus-putus, maka marka itu membolehkan pengendara menyalip. Kalau markanya nyambung, nah itu dilarang nyalip. Tapi balik lagi, pastikan semuanya aman ketika menyalip.

Terakhir, kontrol kecepatan Anda. Jangankan orang, kambing nyeberang aja kalau ketabrak ganti ruginya mahal. Ingat, semuanya bakal lebih menyenangkan ketika kita tiba dengan selamat.

Penuhi kebutuhan istirahat dan gizi.

Ini penting banget. Waktu istirahat dan gizi itu berpengaruh pada konsentrasi Anda berkendara. Jadi, malam sebelum berangkat penuhi kebutuhan gizi dan istirahatlah yang cukup. Selanjutnya, nikmati perjalanan Anda.

Nah, saat di jalan, enggak ada yang pernah tahu kapan kantuk menyerang. Di saat seperti itulah istirahat juga jadi hal penting. Tak ada salahnya melipir sembari mencari santapan atau sekadar minum kopi. Contoh aja nih, rest area bisa jadi opsi istirahat. Namanya juga rest area.

Atau kalau sedang di jalan non tol, jika Anda beruntung, Anda bisa menemukan tempat makan atau warung kopi yang menyediakan tempat lesehan. Jadi setelah makan, bisa rebahan. Kalau enggak ketemu, bisa juga melipir di lokasi yang memungkinkan untuk parkir, kemudian istirahatlah di mobil. Terserah deh di mana aja, yang penting kehadiran Anda ketika beristirahat tidak mengganggu orang lain.

Jarak kendaraan.

Patokannya gampang, nih. Berapa kecepatan kendaraan Anda dalam kilometer per jam (km/jam), konversikan kecepatan itu jadi meter, itulah jarak aman dengan kendaraan di depan Anda. Contohnya, jika kendaraan Anda melaju dengan kecepatan 40 km/jam, maka jarak aman kendaraan Anda dengan kendaraan di depan Anda adalah 40 meter. Kalau 60 km/jam ya 60 meter, kalau 100 km/jam ya 100 meter.  Ini patokan yang buat Korlantas Polri, loh. Dengan patokan seperti itu, Anda memiliki waktu 3 detik untuk mengerem ketika kendaraan di depan Anda ngerem mendadak.

Kalau enggak bisa mengira-ngira, ya intinya semakin cepat Anda berkendara, maka jarak amannya semakin jauh. 

Ambil lajur jalan yang benar.

Pemilihan lajur jalan yang benar itu harus dipahami secara saksama. Pernah nggak nemuin ada kendaraan yang melaju lambat mengambil posisi paling kanan di jalan tol? Padahal aturannya jelas, "Lajur kanan hanya untuk mendahului." 

Kalau mengambil lajur paling kanan tapi Anda melaju lambat, misalnya 60 km/jam, Anda itu menghalangi orang lain yang ingin melaju cepat. Jadi, kalau Anda memilih berkendara agak santai, maka ambil lajur tengah ketika di jalan tol. Atau kalau emang lagi betul-betul santai, ambil lajur paling kiri. Biasanya di lajur itu, kecepatan kendaraan Anda sama dengan truk yang penuh muatan. 

Kontrol keinginan membunyikan klakson.

Klakson itu ganggu sebetulnya. Kalau nggak perlu-perlu amat, nggak perlu klakson. Kayak orang penting aja klakson-klakson.

Di sisi lain, di saat yang tepat, klakson itu juga penting. Untuk ngingetin kendaraan lain yang keluar jalur, atau ingin menjadi penanda kalau kendaraan kita ingin menyalip. Nggak usah lama-lama. Tin! gitu aja.

Jangan merespon pengendara yang agresif.

Sabar. Itu kuncinya. Di jalanan, kita nggak pernah tahu seperti apa karakter pengendara lain. Kan, nggak tahu juga kalau sebelah kita itu pengendara darah tinggi yang gampang ngomel. Atau orang yang tiba-tiba klakson supaya kendaraan di depannya mau minggir. Atau orang buru-buru karena kalau terlambat kerja dipecat. Atau berbagai alasan lain, lah. Intinya, sabar.

Jangan bermain handphone.

Udah jelas kan. Jangan pokoknya. 

Latest

View All