Tranformasi Fashion Denim yang Tak Lekang Oleh WaktuStyle denim sekarang
i

Tranformasi Fashion Denim yang Tak Lekang Oleh Waktu

Perkembangan denim bermula dari tahn 1858. Saat itu, Levi Stauss diminta oleh sekelompok penambang untuk memberikan celana dengan bahan yang praktis dan tahan lama. Dengan bantuan penjahit, Levi membuatkan celana kerja yang bahan utamanya terbuat dari kanvas supaya lebih fleksibel.

Denim digunakan oleh pekerja kasar
Denim digunakan oleh pekerja kasar

Kemudian baru pada 1860, Levi membuat celana dari heavyweight denim. Celana tersebut diberi warna indigo. Dari situlah terbentu nama “blue jeans”, karena celana jeans dianggap sangat kuat, fleksibel, multifungsi, tahan lama, dan terjangkau. Karena hal tersebut, Levi jeans menjadi populer di kalangan pekerja sperti penggali, penambang, penebang, peternak, petani dan orang-orang yang bekerja di pabrik. Tingginya permintaan produk tersebut, membuat perusaah besar seperti The H.D, Lee Mercantile Company dan The Westren Garment Company ikut memasarkan produk buatan Levi.

Sekitar tahun 1960-1970, denim mulai mulai populer dan dibuat dengan berbagai macam gaya. Seperti jeans dengan embroidery, painted jeans, psychedelic jeans, dan banyak lagi. Lalu pada 1980, brand-brand luxury dan high fashion seperti GUCCI mengambil denim untuk menjadikan salah satu koleksinya. Oeleh karena itu, citra denim yang tadinya lekat dengan pekerja kasar menjadi luntur dan berubah menjadi fashion yang berkelas. Gaya jeans pun dibikin semakin bervariasi seperti skinny jeans, flares, acid washed dan little denim jacket. Denim pada waktu itu benar-benar membuat gempar dunia fashion.

Denim tidak terus meroket kepopulerannya, pada 1990, kepopuleran denim sedikit menurun. Hal itu dikarenakan, ada pelabelan dari anak muda bahwa denim merupakan tren tua yang ketinggalan jaman. Denim disebut sebagai bahan yang sangat lekat dengan jaman orangtuanya. Anak muda pada waktu itu memilih menggunakan celan cargo, khaki, dan sportwear brands.

Style denim sekarang
Style denim sekarang

Popularitas denim yang menurun ternyata direspon oleh desainer besar seperti Chanel, Dior, Chloe, dan Versace pada tahun 2000. Denim masih dipandang memiliki potensi besar sehingga mereka mulai mencampurkan bahan denim dengan koleksi summer. Setelah itu, denim menjadi populer lagi dan permintaan untuk produk denim kembali meningkat. Sejak saat itu hingga sekarang tren denim selalu konsisten. Bahkan banyak brand seperti Diesel, Rock & Republic, 7 For All Mankind, True Religion, Nudie, Paige Premium membuat denim menjadi koleksi tetapnya.

Desainer pun ramai dalam menciptakan tren denim terbaru. Bahkan brand lokal di Indonesia pun tidak mau kalah dalam meramaikan fashion denim dengan ciri khasnya masing-masing. Sekarang pun denim menjadi item fashion yang wajib dimiliki oleh setiap orang.   

Saat ini belum banyak website pria yang bagus. Oleh karenanya, fader.idwebsite pria maskulin menyajikanya sebagai salah satu yang terbaik.

Latest

View All