Alita: Battle Angel, Ini Cewek Kuat Bener!ilustrasi Alita: Battle Angel
i

Alita: Battle Angel, Ini Cewek Kuat Bener!

Udah berapa banyak Hollywood bikin film dari adaptasi komik? Di Tahun Baru Imlek ini kita bakal disambut sama film yang juga diadaptasi dari manga jadul Alita: Battle Angel. Wow, apakah ini sebuah tawuran antar malaikat?

Diadaptasi dari manga asli berjudul GUNNM karya Yukito Kishiro yang diterbitkan Shuieisha, 20th Century Fox kayaknya nggak mau kalah menyaingi Ghost in The Shell yang juga adaptasi dari manga jadul Jepang. Kali ini yang turun tangan buat jadi director-nya Robert Rodriguez yang pernah bikin Sin City bareng sama James Cameron dan Jon Landau sebagai produser. Sama-sama bertema cyborg dan dari manga jadul, Alita: Battle Angel juga sepertinya nggak sepenuhnya menyerap filosofi asli dari manga-nya. Bener, nggak?

Alita: Battle Angel
Alita: Battle Angel

Mari kita tengok dulu setting ceritanya. Alita: Battle Angel ini ceritanya ada di abad ke-23 Bumi mengalami The Fall, perang yang hancurin semuanya. Yang tersisa di dunia hanya Iron City di Bumi dan Zalem kota besar di langit. Iron City ini udah kayak Bantar Gebang-nya Zalem, sisa-sisa rongsokan dari Zalem dibuang semua ke Iron City lewat lubang yang ada di tengah kota Zalem. Satu hari, dr Ido yang diperanin sama Christoph Waltz nemuin rongsokan cyborg di puing-puing yang ternyata diduga masih hidup. Di situ, lah awal mula Alita lahir.

Secara garis besar, emang setting sama karakternya Alita: Battle Angel ini nggak Jepang-jepang amat kayak Ghost in The Shell, jadinya mungkin isu rasis nggak terlalu panas menimpa film satu ini. Alita juga masih cocok-cocok aja diperanin sama Rosa Salazar. Katanya, sih, desain mata besarnya Alita ini sengaja didukung dengan CGI biar masih kelihatan kayak karakter manga. Ini juga justru menimbulkan pro dan kontra sama para kritikus film. Tapi ya, satu hal yang selalu mungkin bakal disesalkan buat yang udah pernah nonton manga-nya, ceritanya nggak bakal sama.

Alita: Battle Angel
Alita: Battle Angel

Ya, gimana mau sama? Dari 9 komik dijadiin satu film berdurasi 2 jam tentu aja bikin Robert Rodriguez pusing. Film ini jadi terlihat padat banget dengan segala improvisasinya, walaupun ada beberapa scene yang persis kayak di manga-nya. Cerita cinta monyet antara Alita dan Hugo yang diperanin sama Keean Johnson juga tetap ada. Pendalaman karakternya juga udah jelas terlihat beda, Alita di film pun kesannya jadi terlihat lebih dewasa, kekuatan yang dimilikinya juga punya perbedaan.

Buat yang udah pernah baca manga atau nonton anime-nya sebaiknya nggak usah ekspektasi. Karena emang lagi-lagi poin utama yang mau dilihatin kayaknya bukan dari ceritanya. Aksi-aksi berantemnya yang bikin nggak mau ngedip karena motion nya yang keren emang jadi poin utama di film ini. Efek CGI-nya udah pasti nggak bisa diremehin, lihat aja sepanjang shooting Rosa Salazar udah nggak jelas bentukannya gara-gara pakai tenaga listrik VFX WETA. Ya, iyalah keren, yang bikinnya aja dewa semua macem James Cameron yang udah pernah sukses garap Avatar!

Buat keseluruhan sih, film ini memuaskan mata banget, tapi inget—jangan terlalu berekspektasi tinggi sama ceritanya apalagi kalau udah pernah baca manga-nya. Sosok heroine keren jadi nambah lagi di dunia perfilman, aduin sama Wonder Woman belum tentu menang Gal Gadot, mah! Kuat bener si Alita!!!

Alita: Battle Angel
Alita: Battle Angel

Sayang banget pas Fader nonton di screening film Alita: Battle Angel ini banyak anak kecil di bawah umur nonton. Dari rating udah jelas 13+ tapi kalau ditelaah lagi ini film nggak cocok buat anak-anak. Walaupun nggak ada adegan berdarah-darah, tapi banyak banyak adegan Alita motong tangan dan belah badan musuh jadi dua itu sungguh tidak baik untuk anak kita saudara-saudara. Gimana jadinya kalau anak perempuan kita abis nonton dia tiba-tiba ke dapur terus ambil pisau sambil lompat-lompat? Nggak apa kalau dia mau motong sayur dan bantuin mamanya masak, sih. Mungkin nanti gedenya bakat parkour. Eh, emang parkour pakai pisau?



Latest

View All